
Kelompok Keilmuan Desain dan Budaya Visual (KK DBV) Program Studi DKV ITERA mengambil langkah inovatif dengan menggelar workshop aktivasi ruang bertajuk “Ace of Space: Activating Space, Empowering Idea”. Berlangsung pada Sabtu sore, 25 April 2026, kegiatan ini bertujuan untuk menjaring gagasan segar dari anak muda dan komunitas kreatif di Kota Metro. Fokus utamanya adalah merumuskan strategi kolaboratif untuk menghidupkan kembali aktivitas di Shopping Center Metro, sebuah pusat perbelanjaan bersejarah yang belakangan ini “mati suri” akibat pergeseran tren belanja online dan dampak panjang pandemi.
Berdiri sejak tahun 1980, gedung yang sebentar lagi berusia setengah abad ini kini dipenuhi banyak los kosong yang terbengkalai. Menyadari besarnya potensi ruang tersebut di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem kreatif lokal, Paguyuban Pedagang Shopping Center mengambil inisiatif proaktif dengan menawarkan sudut-sudut pertokoan sebagai basecamp bagi para seniman dan desainer muda. Gayung bersambut, tim riset DKV ITERA didukung oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Lampung, Dinas Perdagangan Kota Metro, dan tokoh masyarakat setempat, turun langsung untuk mendampingi proses transformasi ruang ini.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, Peneliti Semiotika Kota, Jejen Jaelani, M.Hum, menekankan pentingnya sinergi antara pelaku kreatif dan para pedagang konvensional. Ia menyoroti bahwa Metro telah memenuhi tiga pilar utama kreativitas: keahlian seni dan desain (domain), ruang Shopping Center (ranah), serta komunitas penggerak (orang). Sejalan dengan hal tersebut, Ketua KK DBV DKV ITERA, Dr. Sn. Namuri Migotuwio, M.Sn, memastikan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana sesaat. Timnya berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas, termasuk merancang strategi branding ke depannya agar revitalisasi gedung ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata.
Rangkaian acara ini dikemas secara santai namun berbobot, diawali dengan tur mengelilingi area Shopping Center yang dipandu oleh Dwi, salah satu representasi pemuda yang telah lebih dulu merintis ruang kreatif di lokasi tersebut. Melalui pertemuan berbagai pemangku kepentingan ini, inisiatif “Ace of Space” diharapkan mampu meniupkan kembali roh kehidupan ke dalam Shopping Center Metro, mengubah deretan lorong sepi menjadi ekosistem kreatif yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.








